Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Kalsium merupakan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Sumber kalsium yang paling umum dikenal adalah susu. Sayangnya, tidak semua orang bisa atau suka mengonsumsi susu. Tapi jangan khawatir, ada beragam makanan mengandung kalsium yang bisa Anda konsumsi sebagai alternatif.

Susu adalah sumber kalsium yang sangat baik. Namun bila tidak menyukai susu atau memiliki kondisi intoleransi laktosa, Anda bisa mengonsumsi berbagai makanan yang mengandung kalsium, di antaranya:
Dua setengah ons ikan sarden mengandung kalsium sebanyak 286 mg. Jika bisa, jangan sisihkan tulangnya karena tulang lunak pada ikan ini juga mengandung kalsium.
Mengonsumsi 2 setengah ons ikan salmon dalam kaleng dapat memberikan asupan sekitar 180 mg kalsium. Tidak hanya mengandung kalsium, ikan ini juga mengandung omega-3 yang dapat menurunkan risiko kanker, protein yang bermanfaat menjaga kesehatan otot, dan kalium yang berfungsi mengendalikan tekanan darah.
Tidak hanya ikan, sayuran juga mengandung kalsium. Salah satu sayuran yang tinggi kalsium adalah brokoli. Dalam 50 gram sayuran ini, terdapat setidaknya 30 mg kalsium. Untuk mengonsumsinya, brokoli dapat disajikan sebagai lalapan atau bahan pelengkap masakan.
Sayuran hijau yang sering disajikan secara mentah sebagai lalapan dan terkadang menjadi bahan campuran asinan ini juga kaya akan kalsium. Satu cangkir pok choy kecil dapat mengandung kalsium sekitar 150 mg.
Tidak kalah dari pok choy, bayam juga mengandung tinggi kalsium. Dalam 100 gram bayam, terkandung setidaknya 150 mg kalsium. Sayuran ini umum diolah menjadi masakan sayur bening, yang dikombinasikan dengan jagung. Anda juga bisa merebus sayur bayam tanpa tambahan bumbu apa pun, dan rasanya tetap enak.
This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.